Warungberita.com – Laporan terhadap komika Pandji Pragiwaksono yang diajukan Aliansi Muda Muhammadiyah (AMM) bersama Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) sempat menyita perhatian publik. Laporan tersebut dilayangkan atas dugaan penghasutan dan penistaan agama terkait materi pertunjukan stand-up comedy Mens Rea yang ditayangkan melalui platform Netflix. Namun, seiring berjalannya waktu dan munculnya beragam pandangan, terutama dari internal Muhammadiyah, sikap para pelapor kini mulai melunak.
Ketua Aliansi Muda Muhammadiyah, Tumada, menjelaskan bahwa langkah pelaporan tersebut berangkat dari diskusi internal yang dilakukan secara mandiri. Ia menegaskan bahwa AMM bergerak secara organik dan menilai ada bagian dari materi komedi Pandji yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Ini memang benar-benar pure gerakan organik yang memang kami bangun. Setelah melalui kajian bersama, kami menilai ada bagian-bagian yang berpotensi menyinggung kesalahpahaman publik,” ujar Tumada kepada Kompas.com, Jumat (9/1/2026).
Tumada menyebut, salah satu bagian yang dipermasalahkan adalah pernyataan Pandji yang menyebut Muhammadiyah dan NU mendapatkan jatah pengelolaan tambang sebagai bentuk balas budi dari Presiden terpilih Prabowo Subianto. Menurut AMM, narasi tersebut berpotensi menyeret nama organisasi secara kelembagaan.
“Kami merasa bahwa itu bukan Muhammadiyah-nya, tapi perorangannya. Yang mana kemudian kalau kita berbicara soal organisasi per hari ini, itu tidak bisa dibawa-bawa,” kata dia.
Di tengah polemik tersebut, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan klarifikasi bahwa Aliansi Muda Muhammadiyah bukanlah organisasi resmi yang berada di bawah struktur Muhammadiyah. Ketua Biro Komunikasi dan Pelayanan Umum PP Muhammadiyah, Edy Kuscahyanto, menegaskan bahwa laporan yang diajukan AMM tidak mencerminkan sikap resmi organisasi.
“Aliansi Muda Muhammadiyah juga bukan organisasi resmi di Muhammadiyah. Mereka hanya individu yang mengatasnamakan Muhammadiyah,” kata Edy.
Menanggapi pernyataan tersebut, Tumada menyatakan pihaknya tidak merasa keberatan. Ia mengakui AMM memang berdiri di luar struktur resmi Muhammadiyah, meskipun sebagian besar anggotanya berasal dari kalangan warga Muhammadiyah.
“Karena memang kami memang terpisah dengan organisasi induk, maka kami sebenarnya memaknai jalan ini sebagai jalan kritis yang harus disuarakan cepat,” ujar Tumada.
AMM juga menyadari bahwa komedi merupakan bentuk ekspresi seni. Namun, menurut mereka, ketika sebuah materi ditayangkan di ruang publik dengan jangkauan luas seperti Netflix, dampaknya menjadi lebih signifikan secara sosial.
“Ketika di ruang publik dengan jangkauan luas, komedi juga kan sebenarnya memiliki dampak sosial,” kata Tumada. Ia menyoroti kutipan Pandji, “Emang lo pikir kenapa NU sama Muhammadiyah bisa ngurus tambang? Karena diminta suaranya,” sebagai bagian yang paling dipersoalkan karena dinilai dapat membentuk persepsi keliru.
Meski demikian, seiring meredanya polemik, AMM menegaskan bahwa laporan tersebut tidak dimaksudkan untuk memidanakan Pandji. Mereka menyatakan terbuka terhadap penyelesaian melalui dialog dan klarifikasi.
“Langkah yang kami tempuh itu bukan semata-mata untuk pemidanaan. Melainkan sebagai mekanisme klarifikasi dan evaluasi melalui jalur yang sah,” ucap Tumada.
Sementara itu, Pandji Pragiwaksono merespons polemik ini dengan santai. Dari New York, ia menyampaikan bahwa kondisinya baik-baik saja dan mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diterimanya.
“Gue juga baik-baik aja. Gue lagi di New York, abis ngisi siaran. Dan sekarang lagi mau balik ke rumah, lapar, mau balik ke anak-anak dan istri, dan makan malam sama mereka,” ucap Pandji.
