Warungberita.com – Tragedi memilukan terjadi di Puncak Carstensz Pyramid, Papua Tengah, saat dua pendaki, Lilie Wijayanti Poegiono (59) asal Bandung dan Elsa Laksono (59) asal Jakarta, dinyatakan meninggal dunia.
Kedua sahabat yang dikenal dekat sejak masa SMA ini mengalami hipotermia akibat cuaca ekstrem saat melakukan pendakian di salah satu puncak tertinggi di Indonesia.
Proses evakuasi jenazah Lilie berlangsung pada Senin (3/3/2025) pagi. Menggunakan helikopter Komala Indonesia AS 350 B3/PK-KIE, jenazah diterbangkan dari lokasi evakuasi pada pukul 05.40 WIT dan tiba di Helipad Bandara Mozes Kilangin Timika pukul 06.53 WIT.
Setibanya di Timika, jenazah Lilie langsung dibawa ke RSUD Mimika untuk disemayamkan sebelum diterbangkan ke Jakarta bersama jenazah Elsa.
Perjalanan Pendakian yang Berakhir Tragis
Lilie Wijayanti, seorang desainer busana asal Bandung kelahiran Malang, meninggal dunia akibat acute mountain sickness (AMS) saat menuruni Puncak Carstensz pada Sabtu (1/3/2025) dini hari.
Cuaca ekstrem di ketinggian memicu kondisi kesehatan yang fatal bagi Lilie dan Elsa. Kapolres Mimika, AKBP Bily Hildiarto Budiman, mengonfirmasi bahwa keduanya meninggal karena hipotermia setelah menghadapi suhu ekstrem dan kekurangan oksigen di ketinggian.
Sementara itu, jenazah Elsa Laksono lebih dahulu dievakuasi ke Timika pada Minggu (2/3/2025) pagi. Kedua jenazah sahabat ini direncanakan diterbangkan ke Jakarta untuk pemakaman pada Senin pagi.
Pendakian Bersama Rombongan
Lilie dan Elsa termasuk dalam kelompok pendaki berjumlah 15 orang yang melakukan ekspedisi ke Puncak Carstensz.
Di tengah perjalanan, situasi darurat dilaporkan ketika beberapa anggota tim mengalami gejala AMS setelah mencapai puncak dan dalam perjalanan turun.
Tim SAR Mimika yang dipimpin oleh I Wayan Suyatna segera bergerak melakukan evakuasi.
Selain Lilie dan Elsa, tiga pendaki lain, yaitu Indira Alaika, Alvin Reggy Perdana, dan Saroni, berhasil selamat dari pendakian.
Tim SAR memastikan bahwa 13 pendaki lainnya juga dalam kondisi aman, termasuk beberapa pendaki asing dari Turki dan Rusia, serta para pemandu yang turut mendampingi ekspedisi tersebut.
Musisi dan penulis Fiersa Besari, yang juga tercatat sebagai bagian dari rombongan pendakian ini, dikabarkan selamat.
Dalam laporan kepada SAR, gejala AMS diduga mulai muncul saat perjalanan turun, khususnya sebelum melintasi lintasan jembatan tali (tyrolean).
Cuaca Ekstrem dan Bahaya Pendakian
Puncak Carstensz Pyramid, yang terkenal dengan medan sulit dan suhu ekstrem, telah menjadi daya tarik bagi banyak pendaki lokal maupun internasional.
Namun, pendakian ini juga menyimpan risiko besar, seperti hipotermia dan AMS, terutama bagi mereka yang kurang terbiasa dengan lingkungan pegunungan ekstrem.
Tragedi ini menjadi pengingat akan pentingnya persiapan fisik, mental, dan peralatan yang memadai saat melakukan pendakian di medan seperti Puncak Carstensz.
Kepergian Lilie dan Elsa meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, teman, dan komunitas pendaki.
Mereka dikenang sebagai sahabat yang berani menghadapi tantangan besar bersama hingga akhir perjalanan mereka.
