Jumlah kendaraan yang melintasi jalur Trans Jawa, Jawa Barat, dan Sumatera selama Lebaran 2026 mencapai puncaknya, menorehkan angka tertinggi sepanjang sejarah. Pada puncak arus mudik, sebanyak 270.315 kendaraan tercatat melintas, naik signifikan jika dibandingkan dengan 258 ribu kendaraan pada tahun sebelumnya. Sementara itu, pada arus balik tanggal 24 Maret, kendaraan yang kembali ke kota asalnya berkisar antara 256 ribu hingga 388 ribu unit, meningkat sekitar 14,6 persen dari angka tahun lalu yang mencapai 223.163 kendaraan.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Inspektur Jenderal Agus Suryonugroho, dalam sebuah konferensi video yang berlangsung di Pos Terpadu Exit Tol Prambanan, Polres Klaten, Jawa Tengah, pada Rabu, 25 Maret 2026. Pada kesempatan ini, Agus didampingi oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Menko PMK Pratikno, Menhub Dudy Purwagandhi, dan Direktur Jenderal Jasa Marga Rivan A. Purwantono.
Agus yang juga menjabat sebagai Kepala Operasi Pusat Ketupat 2026 menjelaskan bahwa Operasi Ketupat tidak hanya berfokus pada kelancaran arus mudik dan balik, namun juga merupakan operasi kemanusiaan yang menjamin keselamatan serta keamanan masyarakat selama Ramadan, Idul Fitri, dan Hari Raya Nyepi. “Operasi Ketupat bukan hanya mengawal arus mudik dan balik, tetapi memastikan seluruh momentum sosial dan spiritual masyarakat berjalan aman,” jelasnya.
Operasi Ketupat 2026 terdiri dari lima klaster utama dalam pelaksanaannya yaitu pengamanan jalan arteri, jalan tol, jalur penyeberangan dan pelabuhan, tempat ibadah, serta lokasi wisata. Hal ini dilakukan untuk menjamin keamanan di berbagai titik strategis selama periode tersebut.
Dari segi keselamatan, situasi secara umum terpantau tetap terkendali sepanjang Operasi Ketupat. Tidak ditemukan kasus signifikan terkait kriminalitas maupun kecelakaan lalu lintas yang mencolok. Data dari Integrated Road Safety Management System (IRSMS) milik Korlantas Polri menunjukkan penurunan jumlah kecelakaan sebesar 2,30 persen serta penurunan fatalitas korban meninggal dunia sebesar 28,30 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Operasi Ketupat 2026 dijadwalkan berakhir pada Kamis, 26 Maret 2026 pukul 00.00 WIB. Namun, pengamanan tak langsung dihentikan, melainkan dilanjutkan dengan kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) hingga 29-30 Maret. Polri pun bersiap mengawal puncak arus balik lanjutan yang diprediksi terjadi pada 28 dan 29 Maret mendatang.
“Kami tetap berada di lapangan untuk mengawal arus balik berikutnya yang diprediksi terjadi pada 28 dan 29 Maret,” pungkas Agus Suryonugroho dengan tegas.
