Warungberita.com – PT Sarinah memberikan klarifikasi resmi terkait insiden kebakaran yang terjadi di Gedung Sarinah Thamrin, Jakarta Pusat, pada Minggu (28/12) malam. Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 21.08 WIB dan sempat menarik perhatian masyarakat yang berada di sekitar kawasan Jalan MH Thamrin.
Corporate Secretary Group Head PT Sarinah, Tora Prabu Banua Pardede, menjelaskan bahwa kebakaran terjadi pada bagian luar gedung, tepatnya di area fasad Gedung Sarinah Thamrin. Area yang terbakar merupakan elemen dekoratif berupa pita besar yang terpasang di salah satu sudut gedung, bukan di dalam area pusat perbelanjaan.
Menurut Tora, tim internal Sarinah bergerak cepat menangani situasi tersebut begitu api terdeteksi. Dengan memanfaatkan fasilitas hydrant yang tersedia di sisi barat gedung, api berhasil dipadamkan sepenuhnya dalam waktu singkat, yakni sekitar pukul 21.20 WIB. Selain itu, manajemen juga langsung berkoordinasi dengan petugas berwenang guna memastikan kondisi benar-benar terkendali.
“Kami memastikan bahwa dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa. Keselamatan dan kenyamanan pengunjung, karyawan, mitra kerja, serta seluruh pihak yang berada di lingkungan Sarinah senantiasa menjadi prioritas utama kami,” kata Tora dalam keterangan resmi, Senin (29/12).
Pasca kejadian, manajemen PT Sarinah langsung melakukan langkah lanjutan berupa pengecekan menyeluruh terhadap kondisi gedung. Evaluasi tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh area tetap aman digunakan, sekaligus untuk menelusuri penyebab pasti terjadinya insiden kebakaran.
“Proses ini dilakukan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan kepatuhan terhadap standar keselamatan, serta menunggu hasil pemeriksaan resmi dari pihak berwenang,” imbuh Tora. Ia menegaskan bahwa Sarinah berkomitmen penuh untuk mengikuti seluruh prosedur keselamatan yang berlaku.
Lebih lanjut, Tora memastikan bahwa aktivitas operasional Mal Sarinah tetap berjalan normal. Pengunjung tetap dapat beraktivitas seperti biasa, sementara pihak manajemen melakukan pemantauan berkala demi memastikan seluruh kegiatan berlangsung aman dan nyaman.
“Kami berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik dengan mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan transparansi, serta akan menyampaikan pembaruan secara berkala melalui kanal komunikasi resmi Sarinah sesuai dengan perkembangan di lapangan,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta, Bayu Meghantara, mengungkapkan dugaan awal penyebab kebakaran yang melibatkan papan billboard di Gedung Sarinah. Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, kebakaran tersebut diduga dipicu oleh gangguan kelistrikan.
“(Kebakaran) Diduga karena fenomena kelistrikan (korsleting listrik) menurut saksi mata petugas parkir,” kata Bayu, dikutip Detik.
Bayu menambahkan bahwa proses pemadaman oleh petugas pemadam kebakaran Jakarta Pusat dinyatakan selesai sekitar pukul 22.00 WIB, atau kurang lebih setengah jam sejak laporan pertama diterima. Dalam penanganan tersebut, damkar Jakpus mengerahkan delapan unit mobil pemadam dengan total 32 personel.
Tidak ada laporan korban jiwa maupun korban luka akibat insiden kebakaran ini. “Situasi dan status kebakaran: Pemadaman selesai,” ujar Bayu. Insiden tersebut kini dalam penanganan lebih lanjut untuk memastikan keamanan jangka panjang di kawasan Gedung Sarinah.
